All the writings here are originally by me and respect would be nice thing :)

unexpected november


andai kau ada di sini, di posisiku dan merasakan apa yang aku rasakan. rasanya sakit saat aku tahu bukan aku yang di harapkan, melainkan aku merupakan penyesalan buat mu. rasanya perih ketika kau selalu membanding-bandingkan diriku dengan dirinya. rasanya pilu ketika kau sibuk mencari-cari keberadaannya dan melupakan aku yang berdiri di sampingmu, berusaha untuk menjadi lebih baik. dan rasanya begitu hancur ketika kenyataannya selama ini semuanya tentang dia dan bukan aku.

apa mungkin kau bersamaku selama ini hanya karena terpaksa? apa mungkin kau menyatakan cinta hanya  karena saat itu kau kesepian? apa mungkin kau memilih aku karena kau tidak punya pilihan lain?

tak ada yang bisa aku lakukan selain tersenyum dan menyembunyikan semua luka ini. aku terlalu rapuh untuk bertanya, apa salah ku? kenapa kau begitu mudahnya menyerah kepadaku?
aku tidak pernah menyesali akan keberadaanmu. sedetik bersamamu selalu aku hargai, karena aku takut suatu saat aku tidak akan bisa bersandar di pundakmu lagi.


16-november

cold as you


***

     Dengan mudahnya kau masuk ke dalam duniaku. Menjadi terang yang tak lama kemudian redup. Kau membuat semuanya seakan seperti dunia dongeng yang nyata buatku. Seakan 'hidup bahagia selamanya' itu ada. Tapi lagi aku hanya melihat dari satu sisi. Aku hanya melihat dari sudut pandang orang yang sedang di bodohi. Aku terlalu cepat jatuh tanpa pernah terpikir rasanya akan se-sakit ini. Aku mengandalkanmu. Tapi kau mematahkan semuanya itu.

    Setiap cerita pasti ada bagian akhirnya. Setelah 'hidup bahagia selamanya' akan ada kata 'tamat' disana. Aku salah menilai. Ternyata kita lah bagian 'tamat' dalam sebuah dongeng. Kamu membuatku berharap. Berharap akan sesuatu yang buntu. Kamu membuatku terbang, tapi tak lama kemudian jatuh dan rasanya begitu sakit. Tidak adakah yang lebih jahat dari ini? Tidak adakah yang lebih perih dari ini?

     Kamu mengambil segala yang indah yang pernah terukir..... melupakannya dan mencampakkan aku demi sesuatu yang tidak kau dapati di diriku. Aku marah! Aku memulai pertengkaran karena aku ingin merasakan sesuatu. Sesuatu yang aku bahkan tak dapat gambarkan. Aku ingin merasakan sesuatu yang hilang dari kita. Kembali ke masa lalu, saat-saat pertama, ketika kamu memegang tanganku, memelukku hangat, mencium keningku, ketika aku menyandarkan kepalaku di bahumu, pesan di pagi hari, tanya keadaanku, semua hal-hal kecil yang kamu buat..terasa begitu sempurna. Namun semua itu tak se-sempurna hatimu padaku. Seperti kamu ingin sesuatu yang lebih dari aku tapi aku  tidak pernah bisa memberikan itu. Aku bukanlah orang yang selama ini kamu inginkan...

      Kamu membuat semua cerita bahagia penuh warna menjadi bayangan abu-abu pilu. Dan aku....berdiri disana ,melakukan sebisa ku untuk membalikkannya menjadi penuh warna seperti semula dengan mencintaimu setulus hati dan belajar memahamimu.

     Hari-hariku terasa begitu cerah di setiap detik aku bersamamu. Tapi, beberapa hari terakhir hujan turun begitu deras, memaksa matahari yang selalu mencerahkan hari bahagiaku untuk menghilang dan menghadapkan aku pada kenyataan pahit bahwa kamu tidak memilikiku sejak awal. Aku merasa aku dipilih, namun kenyataan aku yang memilih.

     Aku melihatmu berjalan pergi menerobos derasnya hujan. Bibirku membeku seakan tidak ada kata-kata yang ingin aku sampaikan walau sebenarnya ada. Aku hanya bisa duduk diam, melihatmu berjalan pergi, sampai bayangmu tak lagi nampak di ujung jalan. Maaf, aku tidak bisa menjadi dia, yang kamu inginkan. Aku hanya ingin kamu tahu, aku selalu ada disini. Aku tidak pernah pergi kemanapun..

seperti kamu......